Kita sangat beruntung karena bisa mempelajari apa saja secara online, kapan saja, dan di mana saja.
Tapi, banyaknya pilihan terkadang malah membuat kita bingung menentukan arah. Saat kamu bebas belajar dengan cara apa pun, mencari tahu dari mana harus memulai justru menjadi tantangan tersendiri.
Malam sudah larut dan kamu membuka 37 tab di browser. Kamu terus berpindah-pindah antara kursus Python, halaman pendaftaran bootcamp dengan penghitung waktu mundur, dan video YouTube berdurasi tiga jam. Kamu menutup laptopmu, tapi beberapa menit kemudian membukanya lagi karena terus memikirkannya.
Semua ini dimulai dengan niat baik, tapi kemudian kesibukan hidup mulai mengganggu. Minggu yang padat atau hari yang melelahkan membuatmu berhenti belajar, lalu kamu berpikir bahwa kamu telah memilih metode yang salah.
Memilih cara belajar coding terkadang terasa lebih sulit daripada belajar coding itu sendiri. Padahal, tidak ada satu pilihan terbaik yang cocok untuk semua orang. Yang ada hanyalah pilihan terbaik untukmu saat ini, berdasarkan waktu, biaya, dan kondisi hidupmu.
Mari kita bahas tentang kursus, video, dan bootcamp, agar kamu bisa memilih mana yang paling cocok untukmu saat ini!

Apa Saja yang Termasuk "Kursus"?
Melalui kursus, kamu akan mendapatkan jalur pembelajaran yang terstruktur. Ada yang sepenuhnya berbayar, ada juga yang "freemium" (gratis di awal, lalu berbayar kemudian). Platform-platform ini akan memandumu melewati materi pelajaran secara berurutan, menguji pemahamanmu di sepanjang proses, dan menunjukkan progres belajarmu.
Kursus biasanya memiliki beberapa kesamaan:
- Rencana yang jelas: Kamu selalu tahu apa yang harus dipelajari selanjutnya, jadi tidak perlu menebak-nebak.
- Latihan coding: Kamu bisa langsung mempraktikkan apa yang kamu pelajari.
- Feedback cepat: Kamu mendapatkan kuis, penilaian, atau asisten AI untuk memeriksa hasil kerjamu dan menunjukkan letak kesalahanmu.
- Sesuai kecepatanmu sendiri: Kamu bisa belajar secepat atau selambat yang kamu mau.
Sisi positifnya: Seseorang telah menentukan urutan materi terbaik untukmu. Kamu tidak perlu membuang waktu mengumpulkan informasi dari puluhan tempat berbeda dan berharap semuanya saling terhubung dengan logis.
Sisi negatifnya: Tidak semua kursus itu bagus. Beberapa di antaranya hanya berupa kumpulan video panjang dengan kuis di bagian akhir. Namun, platform lain seperti Coddy menawarkan pengalaman yang lebih baik karena berfokus pada tantangan praktis. Kamu bisa menulis code langsung di browser, dan jika kamu menemui jalan buntu, Bugsy (asisten AI bawaan Coddy yang ada di setiap materi) akan memberikan petunjuk.
Sebelum kamu berkomitmen pada satu kursus, ada baiknya kamu mengetahui seperti apa kursus yang "bagus" itu. Kami telah merangkumnya di sini: Kriteria Kursus Coding yang Bagus: Checklist dari Coddy
Coddy memiliki lebih dari 120 kursus praktis yang dirancang untuk membantumu berlatih coding langsung di browser, tanpa perlu instalasi apa pun.
Bagaimana dengan Video?
Video coding gratis ada di mana-mana. Kamu bisa menjedanya, memutarnya kembali, dan menontonnya dengan kecepatan ganda.
Bagi banyak orang, video adalah langkah pertama untuk mengenal coding. Kamu melihat seseorang membuat sesuatu yang keren, seperti game atau aplikasi mobile, lalu berpikir, "Hei, aku juga bisa melakukannya!"
Namun, menonton orang lain menulis code tidak sama dengan menulis code sendiri. Kamu bisa saja menonton video tutorial selama ratusan jam, tetapi tetap merasa bingung saat membuka file kosong. Hal ini terjadi karena otakmu menyalahartikan "Aku paham video ini" sebagai "Aku bisa menulis code ini sendiri."
Video bekerja paling baik saat memberikan inspirasi, bukan solusi instan secara keseluruhan. Mari kita lihat sisi positif dan negatifnya:
Sisi positifnya:
- Gratis atau sangat murah: Kamu tidak butuh modal uang untuk memulai.
- Ribuan pilihan: Sangat mudah untuk menemukan pengajar dengan gaya penyampaian yang kamu sukai.
- Sangat bagus untuk eksplorasi: Kamu bisa mempelajari suatu topik terlebih dahulu sebelum mengeluarkan uang untuk itu.
Sisi negatifnya:
- Tidak ada feedback: Tidak ada orang yang memberi tahu mengapa codemu tidak berjalan.
- Pembelajaran pasif: Sangat mudah untuk hanya duduk santai dan menonton alih-alih benar-benar mempraktikkannya.
- Tidak ada jalur yang jelas: Kamu mungkin mempelajari berbagai hal secara acak yang justru membingungkan.
Jika kamu pernah menyelesaikan sebuah video coding lalu bertanya pada diri sendiri, "Oke, lalu sekarang aku harus apa?" kamu tahu persis apa yang kurang. Video tidaklah buruk, hanya saja metode ini melewatkan bagian terpenting dari proses belajar: momen ketika kamu membuat kesalahan, sedikit kesulitan, lalu memperbaikinya sendiri.
Bagaimana dengan Bootcamp?
Bootcamp adalah metode yang paling intensif di antara ketiganya. Kita berbicara tentang berminggu-minggu atau berbulan-bulan belajar penuh waktu (full-time). Biasanya biayanya juga cukup mahal, dan mereka (sering kali) menjanjikan bantuan untuk menyalurkanmu kerja setelah lulus.
Bootcamp bisa sangat efektif untuk tipe orang tertentu. Kamu harus memiliki banyak waktu luang, menyukai tantangan dengan tenggat waktu, dan ingin beralih dari pemula menjadi profesional secepat mungkin.
Namun, mari kita lihat kekurangannya:
- Biaya tinggi: Biayanya sangat mahal, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.
- Tempo yang sangat cepat: Jika kamu memiliki pekerjaan penuh waktu atau keluarga yang harus diurus, mengejar materi pelajaran bisa terasa sangat melelahkan.
- Kualitas yang beragam: Beberapa bootcamp menawarkan mentor dan hasil yang luar biasa. Namun, ada juga yang menghabiskan lebih banyak uang untuk pemasaran daripada kualitas pengajaran itu sendiri.
- Burnout: Mencoba menyerap terlalu banyak informasi dalam waktu yang sangat singkat bisa membuatmu ingin menyerah.
Jika kamu memiliki waktu, anggaran, dan menginginkan pengalaman belajar dengan intensitas tinggi, bootcamp bisa memadatkan materi belajar mandiri yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun menjadi hanya beberapa bulan saja. Namun, jika kamu kekurangan waktu atau biaya, bootcamp bisa dengan mudah menjadi sumber stres yang mahal.
Mana yang Paling Cocok untukmu?
Apa arti "belajar coding" bagimu saat ini?
Apakah kamu sedang berusaha mendapatkan pekerjaan baru dalam beberapa bulan ke depan? Apakah kamu ingin membuat proyek pribadi yang selama ini kamu impikan? Atau kamu hanya ingin memahami apa yang sedang dibicarakan oleh teman-teman programmermu?
Jawabanmu akan mengubah segalanya.
- Jika kamu sibuk tapi penasaran: Video adalah cara yang aman dan gratis untuk memulai. Tontonlah beberapa video, lihat apakah kamu menyukai logika di baliknya, dan jangan khawatir jika kamu harus mencoba beberapa pengajar yang berbeda sebelum menemukan yang paling cocok.
- Jika kamu menginginkan rencana yang jelas tanpa mengeluarkan banyak uang: Kursus adalah pilihan terbaikmu. Kamu mendapatkan materi yang terpandu, latihan rutin, dan fleksibilitas untuk belajar di sela-sela kesibukan harianmu tanpa harus mengosongkan seluruh jadwalmu.
- Jika kamu ingin beralih karier dan bisa fokus sepenuhnya: Bootcamp mungkin sepadan dengan biayanya, asalkan kamu meriset lembaga penyelenggaranya dengan cermat untuk memastikan programnya sesuai dengan tujuanmu.
Kamu tidak harus memilih satu metode saja. Banyak orang memulai dengan menonton beberapa video karena penasaran. Kemudian, mereka beralih ke kursus untuk membangun kebiasaan harian dan mempelajari dasar-dasarnya. Setelah itu, barulah mereka memutuskan apakah bootcamp diperlukan untuk karier mereka. Belajar coding bukanlah keputusan sekali jadi, melainkan sebuah perjalanan yang bisa kamu sesuaikan di sepanjang jalan!
Bayangkan seorang teman yang ingin belajar bahasa baru untuk liburan. Mereka tidak akan langsung mendaftar ke sekolah bahasa yang mahal dan intensif. Mereka biasanya memulai dengan aplikasi gratis, mempelajari beberapa frasa dasar, dan melihat apakah mereka menikmatinya. Jika suka, mereka mungkin akan mengambil kelas formal nantinya. Belajar coding pun sama: kamu tidak perlu memilih opsi yang paling mahal di awal hanya untuk membuktikan bahwa kamu serius.
Kamu tidak perlu keluar dari pekerjaan atau menguras tabunganmu. Coddy membantumu membangun keterampilan coding sesuai kecepatanmu sendiri, lewat tantangan-tantangan singkat!
Masalah Kebiasaan
Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas.
Seseorang yang berlatih hanya lima belas menit setiap hari selama enam bulan hampir selalu belajar lebih banyak daripada orang yang belajar selama sepuluh jam nonstop dalam satu akhir pekan lalu menghilang selama dua bulan berikutnya.
Inilah alasan mengapa banyak video panjang dan bootcamp gagal membantu orang. Mereka memberikan terlalu banyak informasi di awal, tetapi tidak membantumu membangun kebiasaan. Mereka tidak membantumu untuk tetap belajar di malam yang dingin saat kamu lelah sepulang kerja dan lebih memilih untuk menonton TV.
Ingin membangun rutinitas yang tepat? Jika kamu ingin belajar cara untuk tetap konsisten, baca panduan kami tentang 7 kebiasaan harian yang akan membuatmu menjadi developer yang lebih baik.
Sebelum kamu memilih cara belajar, tanyakan hal-hal ini pada dirimu sendiri:
- Apakah aku bisa melihat progresku? Apakah ada cara mudah untuk melacak apa yang sudah kupelajari agar aku merasa terus melangkah maju?
- Apakah ada yang mendorongku? Apakah ada alat atau komunitas yang mengingatkanku untuk tetap belajar, bahkan di hari-hari saat motivasiku sedang turun?
- Apakah aku mendapatkan jawaban dengan cepat? Apakah aku mendapatkan feedback instan saat melakukan kesalahan, atau aku dibiarkan menebak-nebak sendiri?

Seperti Apa Keseharian Menggunakan Coddy
Mari kita bahas bagaimana rasanya menggunakan kursus seperti Coddy daripada hanya menjelaskan fitur-fiturnya, setuju?
Kamu membuka aplikasi dan menemukan tantangan singkat yang sudah menantimu. Tantangan ini cukup sederhana sehingga kamu tidak akan merasa kewalahan. Mungkin kamu hanya perlu memperbaiki satu baris code yang rusak, atau membuat logika sederhana dari nol. Kamu menulis codemu langsung di browser. Tidak perlu mengunduh apa pun, tidak ada instalasi yang rumit, dan tidak perlu pusing dengan pengaturan komputer.
Jika kamu menemui jalan buntu, Bugsy siap mengarahkanmu ke jalur yang benar. Berhasil memecahkan masalah sendiri, bahkan dengan bantuan petunjuk, akan membangun rasa percaya diri yang jauh berbeda dibandingkan jika kamu hanya menyalin solusi orang lain.
Ada pelacak streak (itu adalah Bit, jika kamu penasaran siapa yang membuatmu merasa bersalah jika tidak login) yang menjagamu agar tetap disiplin untuk belajar setiap hari. Ada juga papan peringkat (leaderboard) jika kompetisi sehat bisa membantumu tetap termotivasi.
Tentu saja, ini tidak menggantikan sesi belajar yang mendalam saat kamu membutuhkannya. Namun, jika kamu ingin membangun kebiasaan belajar harian yang konsisten? Coddy dirancang khusus untuk tujuan tersebut.
Ingin membangun kebiasaan belajar harian yang bertahan lama? Lihat bagaimana prosesnya dalam sehari penuh menggunakan Coddy.
Bergabunglah dengan jutaan pelajar yang menyelesaikan tantangan coding harian bersama Coddy.
Mari Bicara tentang Biaya
Tidak ada orang yang suka membicarakan biaya, tetapi berpura-pura bahwa uang tidak penting adalah sebuah kebohongan. Harga dari suatu metode belajar akan memengaruhi apa arti "pilihan terbaik" bagimu.
Berikut adalah rinciannya:
- Video: Gratis, atau sekitar 20 USD per bulan untuk langganan platform. Minim risiko dan tanpa tekanan.
- Kursus: Biasanya berkisar antara gratis hingga 30 USD sampai 50 USD per bulan, tergantung pada platform dan seberapa mendalam materi pelajarannya.
- Bootcamp: Mulai dari beberapa ribu hingga lebih dari sepuluh ribu dolar.
Angka-angka ini tidak serta-merta menunjukkan pilihan mana yang paling "sepadan". Opsi gratis akan menjadi sia-sia jika kamu tidak pernah membukanya. Sebaliknya, bootcamp seharga sepuluh ribu dolar bisa menjadi investasi yang sangat bagus jika memang benar-benar membantumu mendapatkan pekerjaan impianmu.
Pertanyaan yang tepat bukanlah "mana yang paling murah?" atau "mana yang paling mahal?", melainkan:
"Pilihan mana yang akan kamu gunakan secara konsisten dalam hidupmu saat ini?"
Banyak dari kita menghabiskan terlalu banyak uang untuk bootcamp yang intensif bahkan sebelum kita tahu apakah kita benar-benar menyukai coding. Selalu ada baiknya untuk mencoba terlebih dahulu dengan opsi yang murah sebelum mempertaruhkan ribuan dolar untuk keterampilan yang belum pernah kamu coba praktikkan setiap hari.
Bagaimana Jika Kamu Masih Bingung?
Terkadang kamu memang belum memiliki cukup informasi untuk memilih jalur belajar, dan itu sama sekali tidak masalah! Kamu tidak gagal hanya karena merasa ragu.
Jika itu yang kamu rasakan, cobalah sebuah eksperimen. Luangkan waktu selama dua minggu untuk melakukan tantangan coding harian yang singkat, cukup sepuluh atau lima belas menit saja. Tidak perlu komitmen besar, cukup untuk melihat bagaimana perasaanmu.
Apakah kamu menantikannya? Apakah kamu mendapati dirimu memikirkan masalah coding saat sedang membuat kopi atau menunggu bus? Atau apakah itu terasa seperti tugas membosankan yang terpaksa kamu lakukan?
Tes dua minggu ini akan memberi tahu lebih banyak tentang dirimu daripada artikel perbandingan mana pun. Reaksimu sendiri adalah satu-satunya hal yang harus kamu percayai. Jika kamu menyukai pencapaian-pencapaian kecil setiap hari, kursus terstruktur dengan konsep gamifikasi mungkin adalah tempat yang sempurna bagimu untuk membangun rasa percaya diri sebelum mengambil keputusan yang lebih besar.

Siap melangkah lebih dari dua minggu? Ini gambaran tentang seperti apa rasanya melakukan coding harian selama 100 hari.
Evaluasi Singkat Sebelum Memilih
Sebelum kamu menentukan pilihan, tanyakan hal-hal ini pada dirimu sendiri: Berapa jam dalam seminggu yang secara realistis bisa kuluangkan untuk belajar coding di tengah kesibukanku?
Apakah aku belajar lebih baik dengan cara menonton, membaca, atau mempraktikkannya langsung? Apa tujuan utamaku yang sebenarnya? (Karier baru, proyek pribadi, atau sekadar penasaran?) Berapa anggaranku; apakah aku rela kehilangan uang tersebut jika di tengah jalan aku berubah pikiran?
Apakah aku pernah mencoba membangun kebiasaan ini sebelumnya lalu berhenti? Apa yang menjadi penghalang terakhir kali?
Tidak ada jawaban yang salah di sini. Yang ada hanyalah jawabanmu, dan itulah satu-satunya hal yang paling penting!
Kesimpulan
Kursus, video, dan bootcamp bukanlah musuh yang harus diadu. Mereka hanyalah alat yang berbeda yang dirancang untuk situasi yang berbeda pula.
-
Video sangat bagus untuk memuaskan rasa penasaran dan eksplorasi awal.
-
Kursus sangat bagus untuk membangun keterampilan nyata dengan materi terstruktur dan feedback yang cepat.
-
Bootcamp sangat bagus untuk orang-orang yang bisa fokus sepenuhnya dan mengutamakan kecepatan di atas segalanya.
Ya, metode yang kamu pilih memang penting. Namun, yang jauh lebih penting adalah apakah kamu akan tetap belajar hari demi hari, bahkan saat kamu sedang lelah dan antusiasme awalmu sudah mulai memudar.
Jadi, alih-alih bertanya, "Mana cara terbaik untuk belajar coding?", pertanyaan yang lebih baik adalah: "Pilihan mana yang masih akan terus kugunakan beberapa bulan dari sekarang?"
Itulah pilihan yang layak kamu ambil.
Share this article
About the Author
Jana Simeonovska
Content Strategist & Writer
Frequently Asked Questions
Apakah bisa belajar coding secara gratis?
Ya! Video gratis dan kursus freemium membuatmu bisa mulai belajar tanpa membayar sepeser pun. Masalahnya, hal yang gratis hanya akan berguna jika kamu terus membukanya. Alat yang kamu abaikan tetap saja membuang-buang waktumu. Coddy memiliki tantangan gratis yang bisa kamu latih langsung di browser, jadi kamu bisa mencoba coding sebelum mengeluarkan uang.
Berapa banyak waktu yang dibutuhkan setiap hari untuk belajar coding?
Lima belas menit sehari, jika dilakukan secara konsisten, jauh lebih baik daripada satu sesi panjang di akhir pekan yang tidak pernah kamu ulangi. Tujuannya adalah untuk terus hadir. Tantangan harian yang singkat bisa disesuaikan di sela-sela pekerjaan atau waktu bersama keluarga tanpa menyita seluruh jadwalmu.
Apakah harus ikut bootcamp untuk mendapatkan pekerjaan coding?
Tidak. Banyak orang mendapatkan pekerjaan melalui belajar mandiri, kursus, dan proyek pribadi. Bootcamp bisa mempercepat prosesnya jika kamu memiliki waktu dan uang, tetapi itu hanyalah salah satu dari banyak pilihan. Hal yang dipedulikan oleh perusahaan adalah apakah kamu bisa membuat sesuatu dan menyelesaikan masalah.
Apakah sebaiknya mulai dengan video atau kursus?
Semua itu tergantung pada apa yang kamu inginkan. Video adalah cara yang minim risiko untuk melihat apakah kamu benar-benar menyukai coding. Kursus memberimu rencana belajar dan latihan langsung setelah kamu siap untuk membangun keterampilan. Banyak orang menonton beberapa video terlebih dahulu, lalu beralih ke kursus untuk membangun kebiasaan.
Apakah sudah terlambat untuk mulai belajar coding?
Tidak! Belajar coding tidak mengenal batasan usia, dan kamu tidak memerlukan latar belakang teknologi untuk memulainya. Pelajaran singkat yang ringkas dirancang untuk orang-orang yang memulai dari nol. Waktu terbaik untuk memulai adalah kapan pun kamu bisa meluangkan waktu beberapa menit sehari.
Bagaimana cara mengetahui apakah coding cocok untukku sebelum mengeluarkan uang?
Cobalah tes selama dua minggu. Lakukan tantangan coding singkat setiap hari selama sepuluh atau lima belas menit, lalu perhatikan bagaimana perasaanmu. Jika kamu menantikannya, itu adalah pertanda kuat. Jika rasanya seperti beban, kamu telah menghemat jutaan rupiah untuk biaya bootcamp.
Apakah perlu menginstal sesuatu untuk mulai coding?
Tidak untuk semua alat. Beberapa platform, seperti Coddy, berjalan di browsermu, jadi tidak ada pengaturan atau software yang rumit untuk dihadapi. Kamu cukup membuka halaman tersebut, menulis kode, dan langsung melihat hasilnya. Hal ini mengatasi salah satu hambatan awal terbesar bagi pemula.


