Menu

Tantangan Coding 100 Hari Bersama Coddy: Apa Saja yang Menantimu?

Jana Simeonovska

Jana Simeonovska

· 12 menit baca

Sangat jarang ada orang yang menyerah di hari pertama tantangan coding 100 hari.

Hari ke-1 adalah bagian yang paling menyenangkan. Kamu menulis beberapa baris kode, merasa seperti seorang genius, lalu memposting sesuatu seperti "hari ke-1 #100DaysOfCode selesai, berhasil menulis fungsi pertamaku!"

Hari ke-2 juga masih terasa menyenangkan.

Masalah baru muncul belakangan. Sekitar minggu ketiga, rasa antusias itu mulai pudar. Kodemu dari minggu lalu rasanya sulit dipahami, dan tiba-tiba saja 100 hari terasa sangat lama.

Tidak ada orang yang memperlihatkan fase pertengahan itu. Di internet, kamu hanya melihat bagian indahnya saja: tangkapan layar streak, postingan bahagia, atau orang-orang yang langsung dapat kerja sebelum tiga bulan selesai. Kamu tidak melihat fase pertengahan yang berantakan, saat sebagian orang menyerah dan sebagian lainnya menemukan alasan untuk terus bertahan.

Jadi, mari kita bahas seperti apa tantangan 100 hari bersama Coddy, hari demi hari, suasana hati demi suasana hati, sebelum kamu memulai hari pertama.

Tantangan Coding 100 Hari bersama Coddy: Apa yang Harus Diharapkan.webp

Apa Itu Tantangan Coding 100 Hari?

Sesuai namanya: menulis kode setiap hari selama 100 hari berturut-turut! Itu saja. Tidak boleh ada hari yang terlewat.

Tantangan ini menjadi populer karena berhasil menyelesaikan masalah yang nyata. Banyak orang gagal belajar coding bukan karena materinya terlalu sulit, melainkan karena mereka tidak pernah membangun kebiasaan untuk konsisten hadir setiap hari.

Tantangan 100 hari ini membangun kebiasaan tersebut dengan menjadikan streak (konsistensi harian) sebagai tujuan utamanya, setidaknya untuk di awal.

Beberapa aturan dasar yang biasanya diikuti orang-orang:

  • Menulis kode setidaknya beberapa menit setiap hari, meskipun hanya 10 atau 15 menit (bahkan lima menit pun sangat berarti!)
  • Memposting progresmu di suatu tempat: media sosial, blog, atau catatan pribadi
  • Memilih satu bahasa pemrograman atau proyek dan fokus di sana cukup lama sampai melihat adanya progres
  • Jika kamu melewatkan satu hari, kamu bisa mengulanginya dari hari pertama atau mencatatnya lalu lanjut terus, tergantung versi tantangan mana yang kamu ikuti

Perhatikan bahwa tidak ada satu pun dari aturan tersebut yang membatasi seberapa banyak yang harus kamu pelajari dalam sehari. Itu memang disengaja. Tantangan ini bukan tentang menguasai suatu bahasa pemrograman dalam 100 hari, melainkan untuk membuktikan kepada dirimu sendiri bahwa kamu bisa tetap hadir bahkan saat sedang malas.

Ingin cara praktis untuk melacak streak-mu?

Coddy mencatat progres harianmu secara otomatis, jadi kamu selalu tahu persis sejauh mana perkembanganmu.

Mulai Streak 100 Hari Kamu

Cara Kerjanya di Coddy

Di sinilah peran bersama Coddy dimulai. Kamu tidak perlu menyiapkan editor, menginstal apa pun, atau bingung harus menulis baris kode pertamamu di mana. Cukup buka Coddy, masuk ke menu Challenges, dan tentukan dua pilihan.

Pertama, bahasa pemrograman. Saat ini kamu bisa memilih antara Python, JavaScript, C++, Java, atau C# (tenang saja, tim kami akan segera menambahkan lebih banyak pilihan!). Bingung mau pilih yang mana? Pilih saja apa pun yang terlihat menarik dan mulailah dari sana. Kamu selalu bisa menggantinya nanti.

Kedua, tingkat kesulitan: mudah, sedang, atau sulit. Di hari pertama, memilih tingkat mudah adalah keputusan terbaik, tidak peduli seberapa besar keinginanmu untuk membuktikan kemampuanmu.

[2] Tantangan Coding 100 Hari bersama Coddy.webp

Hanya itu yang perlu kamu lakukan untuk memulai tantangan ini. Dua pilihan dan kamu sudah bisa langsung coding. Hal ini jauh lebih penting daripada kedengarannya untuk perjalanan 100 hari! Setiap langkah ekstra yang menghalangimu dengan tantangan hari ini adalah satu alasan lagi untuk bolos, dan hari-hari yang terlewat itulah yang merusak streak.

Fase-Fasenya

Jika kamu mengobrol dengan cukup banyak orang yang telah menyelesaikan (atau mencoba) tantangan ini, sebuah pola akan mulai terlihat. Perjalannya hampir tidak pernah berupa garis lurus dengan progres yang stabil. Ini lebih seperti rollercoaster dengan penurunan yang sudah bisa ditebak.

Hari 1 sampai 10: Fase bulan madu

Semuanya terasa baru dan menyenangkan. Kamu belajar sintaksis, membuat proyek-proyek kecil, dan setiap keberhasilan kecil terasa sangat memuaskan. Ini adalah bagian termudah dari tantangan ini, terutama karena semuanya masih baru dan hal itu membuatmu tetap bersemangat.

Hari 11 sampai 30: Fase kenyataan

Rasa antusias mulai memudar. Ya, sedikit banyak begitu. Konsep-konsepnya mulai terasa lebih sulit. Kamu mulai membandingkan dirimu dengan orang-orang di internet yang tampaknya belajar lebih cepat, membuat proyek yang lebih keren, dan memahami segalanya secara instan (padahal kenyataannya mungkin tidak begitu, tapi rasanya saja seperti itu). Di sinilah banyak orang akhirnya menyerah.

Hari 31 sampai 70: Pergeseran identitas

Jika kamu berhasil melewati fase kenyataan, sesuatu yang menarik akan terjadi. Coding tidak lagi terasa seperti tugas yang dipaksakan, melainkan sesuatu yang biasa kamu lakukan begitu saja. Progres mungkin masih terasa lambat, tetapi kebiasaan harian ini tidak lagi terasa melelahkan.

Hari 71 sampai 100: Membangun rasa percaya diri

Pada titik ini, kamu bisa melihat kembali kodemu di hari pertama dan hampir tidak percaya bahwa kamulah yang menulisnya. Tahap akhir ini biasanya bukan lagi tentang mempelajari hal-hal yang benar-benar baru, melainkan menerapkan apa yang sudah kamu ketahui ke masalah yang lebih besar. Di sinilah biasanya orang-orang mulai membangun proyek nyata, bukan sekadar mengikuti tutorial.

Seperti Apa Hari-Hari Biasa yang Akan Kamu Jalani

Banyak orang membayangkan bahwa coding selama 100 hari berarti harus fokus secara intens selama berjam-jam setiap hari. Kenyataannya, itu adalah cara cepat untuk mengalami burnout dalam satu atau dua minggu.

Mari kita lihat seperti apa jadwal yang lebih berkelanjutan:

  • Beberapa hari: 10 hingga 15 menit untuk menyelesaikan tantangan kecil atau mengulas kembali suatu konsep
  • Hari-hari lainnya: 45 menit hingga satu jam untuk membangun proyek yang lebih besar
  • Hari istirahat terselubung: membaca dokumentasi, menonton video singkat, atau meninjau kembali kode lama tanpa menulis kode baru

Dokumentasi yang bisa dijalankan jauh lebih baik daripada dokumentasi yang hanya dibaca. Membaca dokumentasi adalah pilihan yang bagus untuk hari istirahat. Namun, kamu akan memahami suatu konsep lebih cepat jika kamu bisa menjalankan contoh kodenya dan mengubah-ubahnya. Itulah ide di balik dokumentasi yang bisa dijalankan (runnable documentation).

Poin terakhir itu sangat penting. Tidak setiap hari kamu harus mengetik kode baru. Mengulas apa yang sudah kamu pelajari, memperbaiki bug lama, atau membaca kode orang lain juga termasuk dalam kategori "hadir"! Langkah-langkah kecil yang konsisten adalah jenis kebiasaan harian yang membentuk developer yang lebih baik.

Mengapa Banyak Orang Menyerah di Sekitar Minggu Ketiga?

Jika tantangannya hanya sekadar hadir setiap hari, mengapa hal sesederhana itu membuat begitu banyak orang menyerah?

Jawabannya biasanya karena salah satu dari hal-hal berikut:

  • Mereka memasang target harian yang terlalu tinggi (belajar dua jam sehari terdengar bagus sampai kesibukan dunia nyata mulai mengganggu)
  • Mereka memilih proyek atau bahasa pemrograman yang tidak benar-benar mereka minati, hanya karena sedang tren
  • Mereka tidak memiliki cara untuk melacak progres, sehingga rasanya seperti tidak ada perkembangan apa pun padahal sebenarnya ada
  • Mereka melewatkan satu hari, merasa gagal, lalu menyerah begitu saja alih-alih melanjutkan kembali

Semua ini bukan masalah kecerdasan atau bakat. Ini masalah persiapan. Tantangan ini terasa sulit bukan karena coding itu sulit. Ini sulit karena membangun kebiasaan itu memang menantang, dan banyak orang memulainya tanpa rencana untuk menghadapi hari-hari yang berat dan tanpa motivasi.

Kesulitan untuk tetap konsisten sendirian?

Coddy mengirimkan pengingat harian dan tantangan kecil yang mudah diselesaikan, sehingga melewatkan satu hari akan terasa lebih sulit daripada meluangkan waktu sejenak.

Coba Coddy Gratis

Cara Bertahan hingga Hari ke-100

Jika kamu ingin memiliki peluang besar untuk menyelesaikannya, beberapa penyesuaian kecil akan memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar mengandalkan tekad.

1. Tetapkan target minimum yang sangat kecil. Alih-alih berjanji pada diri sendiri untuk belajar satu jam sehari, berjanjilah untuk meluangkan waktu sepuluh menit saja. Di hari-hari yang baik, kamu bahkan akan melakukan lebih dari itu. Di hari-hari yang buruk, sepuluh menit tetaplah sebuah kemenangan, dan kemenangan kecil itulah yang menjaga streak tetap aktif!

2. Pilih sesuatu yang membuatmu bersemangat. Jika kamu membenci proyek yang kamu pilih, hari ke-30 akan terasa seperti siksaan. Pilih bahasa pemrograman atau ide proyek yang membuatmu penasaran untuk membuka laptop, bahkan saat kamu sedang lelah.

3. Lacak progresmu di tempat yang terlihat. Penghitung streak, kalender fisik yang kamu silang setiap hari, postingan publik, atau apa pun yang bisa mengubah progres yang tidak terlihat menjadi sesuatu yang nyata di depan mata.

4. Buat rencana untuk hari-hari yang terlewat sebelum itu terjadi. Tentukan dari sekarang apa yang akan kamu lakukan jika melewatkan satu hari. Apakah kamu akan mengulang dari awal? Atau kamu akan lanjut saja dan mencatat jeda tersebut? Memutuskannya sejak awal membuatmu tidak akan langsung menyerah begitu saja saat kesibukan mulai mengacaukan jadwalmu (karena hal itu pasti akan terjadi cepat atau lambat).

5. Cari sarana pertanggungjawaban (accountability). Ini bisa berupa teman yang ikut melakukan tantangan bersamamu, komunitas online, atau aplikasi yang mendeteksi saat kamu mulai pasif. Kita cenderung jauh lebih konsisten ketika ada seseorang atau sesuatu yang memperhatikan progres kita.

Apa yang Berubah di Hari ke-100

Orang-orang membayangkan hari ke-100 akan terasa seperti garis finis yang meriah dengan taburan konfeti. Namun kenyataannya, rasanya sedikit berbeda dari itu, dan bahkan jauh lebih baik.

Di hari ke-100, banyak orang menyadari bahwa:

  • Membaca kode tidak lagi terasa seperti menerjemahkan bahasa asing yang rumit, melainkan seperti membaca bacaan biasa
  • Bug kecil yang dulunya membuat panik kini terasa seperti teka-teki biasa yang bisa diselesaikan
  • Mereka telah berhasil membangun dua atau tiga proyek kecil, alih-alih memiliki puluhan tutorial yang setengah jadi
  • Konsep coding setiap hari tidak lagi terasa seperti sebuah tantangan yang berat, melainkan sesuatu yang memang biasa mereka lakukan

Perjalanan 100 hari ini sebenarnya tidak pernah berfokus pada kode itu sendiri, melainkan untuk membuktikan bahwa konsistensi, meskipun dalam porsi kecil, selalu mengalahkan intensitas yang sesaat. Begitu kamu merasakannya sendiri melalui pengalaman pribadimu, bukan dari cerita orang lain, pemahaman ini akan terus melekat padamu.

Apa yang Sebaiknya Kamu Buat dalam 100 Hari?

Di sebagian besar masa tantangan, kamu mungkin tidak akan membuat proyek yang utuh sama sekali, dan itu tidak masalah. Di Coddy, tantangan harian adalah fokus utamamu. Pilih bahasa pemrogramanmu, pilih tingkat kesulitanmu, selesaikan apa yang ada di depan mata, dan biarkan hal itu membantumu melewati minggu-minggu awal.

Namun, di pertengahan jalan, setelah pemahaman dasarmu mulai terasa kuat, biasanya akan muncul keinginan kuat untuk membuat sesuatu hasil karyamu sendiri.

Ketika keinginan itu muncul, jangan habiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencari ide proyek. Ajukan pertanyaan yang lebih baik: apa hal kecil yang kamu harap sudah ada saat ini, atau hal apa yang membuatmu penasaran tentang cara kerjanya?

Beberapa arah proyek yang sangat cocok untuk perjalanan 100 hari:

  • Alat kecil yang menyelesaikan masalah sepele dalam hidupmu, seperti pelacak anggaran atau pencatat kebiasaan harian
  • Game sederhana, bahkan yang paling dasar seperti tic-tac-toe, karena game memaksamu untuk berpikir secara logis dan menyusun aturan main
  • Membuat ulang bagian kecil dari situs web atau aplikasi yang biasa kamu gunakan, hanya untuk melihat bagaimana cara kerjanya di balik layar
  • Serangkaian tantangan mini yang tidak saling berhubungan, jika berkomitmen pada satu proyek besar terasa terlalu menakutkan di tahap awal ini

Jika kamu butuh daftar lengkap, mulailah dengan ide-ide yang dirancang khusus untuk bahasa pemrogramanmu. Bagi pengguna Python, kamu bisa mencoba 13 proyek Python mudah yang dirancang untuk meningkatkan rasa percaya dirimu seiring berjalannya waktu. Jika kamu memilih JavaScript, proyek JavaScript untuk pemula ini akan membantumu mulai membuat sesuatu sejak hari pertama.

Semua ini tidak harus terlihat luar biasa. Poin pentingnya adalah memilih sesuatu yang cukup konkret agar kamu tidak hanya menatap layar kosong sambil bingung harus mulai dari mana. Mengganti proyek di tengah jalan juga sangat wajar. Mulailah dengan satu ide, tinggalkan jika kamu merasa sudah melampauinya setelah beberapa minggu, lalu beralihlah ke sesuatu yang lebih menantang begitu keterampilanmu meningkat.

Apakah Kamu Harus Mempelajari Hal Baru Setiap Hari?

Tidak, dan menuntut hal itu dari dirimu sendiri adalah jalan pintas menuju burnout.

Beberapa hari mungkin akan diisi dengan mempelajari hal yang benar-benar baru, seperti konsep yang belum pernah kamu sentuh sebelumnya. Hari-hari lainnya akan diisi dengan melatih apa yang sudah kamu ketahui, sampai hal itu terasa di luar kepala.

Keduanya sama-sama berharga. Hari-hari yang berulang, yang mungkin terasa membosankan karena kamu hanya memperkuat pemahaman yang sudah ada, sering kali memberikan dampak yang lebih besar bagi ingatan jangka panjangmu dibandingkan hari-hari menyenangkan saat semuanya terasa baru. Pengulangan semacam itu jauh lebih penting saat ini. Di era ketika AI bisa menghasilkan kode yang berfungsi dalam hitungan detik, latihan langsung yang kamu lakukan sendiri adalah hal yang mengubah jawaban instan menjadi keterampilan nyata yang benar-benar kamu kuasai.

Jika kamu selalu menghitung seberapa banyak informasi baru yang kamu dapatkan hari ini, cobalah untuk menghentikan kebiasaan itu sepenuhnya. Satu-satunya pertanyaan yang layak diajukan setiap hari adalah: apakah aku hadir hari ini?

Haruskah Kamu Melakukannya?

Pertanyaan lain yang patut kamu tanyakan pada diri sendiri: apakah aku membutuhkan tantangan 100 hari, atau sebuah sistem yang membuatku terus kembali belajar setiap hari tanpa tekanan hitung mundur?

Keduanya sama-sama baik. Sebagian orang berkembang pesat dengan struktur dan pertanggungjawaban publik dari tantangan yang terdefinisi dengan jelas. Sebagian lainnya lebih cocok dengan kebiasaan berkelanjutan yang tidak memiliki batas akhir, sehingga tidak ada tekanan ketika hari ke-100 tiba dan rutinitas kembali seperti biasa.

Jika kamu menyukai konsep streak, pengingat harian, dan tantangan singkat tanpa perlu mengumumkannya ke seluruh internet, itu adalah cara yang sangat masuk akal untuk membangun kebiasaan yang sama.

Angka 100 bukanlah angka ajaib; itu hanya angka bulat yang kebetulan cukup lama untuk membangun kebiasaan dan cukup singkat untuk terasa realistis untuk dicapai!

Siap membangun kebiasaan tanpa tekanan hitung mundur publik?

Coddy mengubah latihan coding harian menjadi tantangan singkat yang ramah streak dan sepenuhnya berada di bawah kendalimu.

Mulai Belajar Gratis

Kesimpulan

Tantangan coding 100 hari ini sebenarnya bukan tentang kode. Ini adalah eksperimen membangun kebiasaan yang dikemas dalam bentuk proyek coding.

Sintaksis yang kamu pelajari sepanjang jalan memang penting, tetapi kemenangan sesungguhnya adalah membuktikan kepada dirimu sendiri bahwa kamu bisa hadir setiap hari.

Bersiaplah menghadapi masa-masa sulit di sekitar hari ke-20. Bersiaplah menghadapi perubahan di pertengahan jalan saat coding tidak lagi terasa seperti sebuah keharusan. Dan bersiaplah karena hari ke-100 tidak akan terasa seperti sebuah akhir, melainkan momen saat kamu menyadari bahwa kamu tidak lagi membutuhkan tantangan ini, karena kebiasaan itu sudah terbentuk dengan sendirinya.

Jadi, jika kamu berpikir untuk memulai, jangan menunggu ide proyek yang sempurna atau hari Senin yang ideal untuk memulainya. Pilih sesuatu yang kecil, buka laptopmu hari ini, dan mulailah.

Frequently Asked Questions

Apakah aku harus memposting tentang tantangan ini secara online?

Tidak! Memposting memang membantu beberapa orang untuk tetap disiplin, tetapi itu bukan aturan wajib. Catatan pribadi, kalender yang kamu beri tanda silang, atau penghitung streak bawaan Coddy memiliki fungsi yang sama. Pilih apa saja yang membuatmu tetap konsisten.

Apa yang terjadi jika aku melewatkan satu hari?

Ini tergantung pada versi yang kamu ikuti. Beberapa orang memulai kembali dari hari ke-1, yang lain mencatat jeda tersebut dan terus melanjutkannya. Tidak ada yang salah dari keduanya. Triknya adalah menentukan aturanmu sebelum hal itu terjadi, sehingga satu hari yang terlewat tidak menumpuk hingga membuatmu berhenti.

Bahasa pemrograman apa yang sebaiknya aku pilih?

Saat ini di Coddy kamu bisa memulai dengan Python, JavaScript, C++, Java, atau C#. Masih ragu? Pilih saja apa pun yang terdengar menarik bagimu! Kamu bisa mengubahnya nanti, jadi pilihan pertamamu tidak mutlak.

Apakah tantangan coding 100 hari ini cocok untuk pemula yang benar-benar baru?

Ya. Tantangan ini dibuat untuk orang-orang yang kesulitan dengan konsistensi, bukan untuk coder tingkat lanjut. Mulailah dengan mode mudah, lakukan 10 menit sehari, dan biarkan kebiasaan itu terbentuk. Ingat, tujuannya adalah untuk terus konsisten!

Berapa banyak waktu yang aku butuhkan setiap hari?

Cukup 10 hingga 15 menit saja di hari yang sibuk. Di hari lain kamu mungkin akan meluangkan waktu lebih lama karena sedang membuat sesuatu, sementara di hari lainnya kamu hanya akan menyelesaikan satu tantangan kecil lalu keluar. Target harian yang ringan adalah kunci untuk menjaga streakmu tetap aktif.

Apakah aku perlu menginstal sesuatu untuk memulai?

Tidak. Coddy berjalan di browsermu dengan code editor yang sudah terintegrasi di dalamnya. Kamu cukup membuka halaman Challenges, memilih bahasa pemrograman dan tingkat kesulitan, lalu mulai coding. Tanpa setup, tanpa download.

Apakah aku bisa mengganti bahasa pemrograman atau proyek di tengah jalan?

Ya. Banyak orang memulai dengan satu ide, melampauinya, dan beralih ke sesuatu yang lebih besar setelah skillmu meningkat. Berganti haluan bukanlah kecurangan. Itu adalah tanda bahwa kamu sedang berkembang, asalkan kamu terus konsisten.

Ilustrasi bahasa pemrograman di Coddy

Belajar coding dengan Coddy

Mulai