Arus dan muatan
- Kuat arus
- I = ΔQ / Δt
- Muatan
- Q = ne
I kuat arusQ muatann jumlah muatane muatan elementer
Rumus-rumus utama rangkaian, medan, dan gelombang di satu lembar fisika: arus dan hambatan, rangkaian seri dan paralel, kapasitor, medan listrik, kemagnetan, gelombang, cahaya, dan lensa, dengan nama simbolnya.
Terakhir diperbarui
Rumus-rumus utama rangkaian, medan, dan gelombang di satu halaman: listrik, kemagnetan, dan gelombang dari AP Physics 2 dan fisika A level. Nama simbol dan syarat setiap rumus tertulis di bawahnya, dan lembar ini diakhiri dengan konstanta. Rumus yang punya kalkulator tertaut ke kalkulator itu, supaya kamu bisa mencoba nilaimu sendiri. Pindah ke mode kuis untuk menyembunyikan rumus dan menguji dirimu, atau cetak seluruh lembarnya.
I kuat arusQ muatann jumlah muatane muatan elementer
V teganganR hambatanρ hambatan jenisL panjangA luas penampang
P dayat waktu
ε GGLr hambatan dalam
C kapasitansiQ muatan
q₁, q₂ muatanr jarak
E kuat medan listrikq muatand jarak antarkeping
V potensial listrikq muatanU energi potensial
B medan magnetθ sudut terhadap medan
μ₀ permeabilitas ruang hampar jarak dari kawat
Φ fluks magnetikθ sudut antara medan dan garis normal bidangN jumlah lilitanL panjangv kelajuan
f frekuensiλ panjang gelombangA amplitudo
Di ruang hampa: λ adalah panjang gelombang di ruang hampa.
h konstanta Planck
Sudut diukur dari garis normal. Sudut kritis hanya ada jika n₁ > n₂.
n indeks biasθ₁, θ₂ sudut terhadap garis normal
f jarak fokusdₒ jarak bendadᵢ jarak bayanganhₒ, hᵢ tinggi benda dan bayangan
Jarak antarpita: untuk sudut kecil, dengan layar yang jauh dari celah.
d jarak antarcelahm orde pitaL jarak ke layar
Sebagian besar soal rangkaian bermuara pada dua aturan. Pada rangkaian seri, komponen dipasang berurutan: setiap komponen dialiri arus yang sama, dan jumlah tegangannya sama dengan tegangan baterai. Pada rangkaian paralel, komponen dipasang berdampingan: setiap cabang mendapat tegangan yang sama, dan jumlah arusnya sama dengan arus total.
Itulah sebabnya hambatan bertambah pada rangkaian seri dan mengecil pada rangkaian paralel. Dua hambatan 6 Ω yang dipasang seri menjadi 12 Ω; dua hambatan yang sama dipasang paralel menjadi 3 Ω, karena arus kini punya dua jalur, bukan satu. Banyak rangkaian campuran dapat diselesaikan dari dalam ke luar: ganti setiap kelompok paralel dengan satu hambatan penggantinya, lalu jumlahkan yang seri. Rangkaian yang tidak bisa dipecah seperti itu, misalnya rangkaian jembatan, memerlukan hukum Kirchhoff.
P = IV, P = I²R, dan P = V² / R sebenarnya satu rumus, dengan V = IR dimasukkan untuk menghilangkan besaran yang tidak kamu ketahui. Pakai yang hanya butuh nilai yang kamu punya. Lampu 60 W pada sumber 230 V menarik arus I = 60 / 230, sekitar 0,26 A, dan hambatannya R = 230² / 60, sekitar 880 Ω. Kalkulator hukum Ohm menyelesaikan keempatnya untuk nilai apa pun yang kamu kosongkan.
Energi yang dipakai sebuah alat adalah dayanya dikali lama alat itu menyala, E = Pt. Dalam joule, waktunya dalam sekon; di tagihan listrik, dayanya dalam kilowatt dan waktunya dalam jam, sehingga hasilnya kilowatt jam.
AP Physics 2 menulis ΔV untuk tegangan, yang di lembar ini dan di A level ditulis V, dan menulis hukum Coulomb dengan 1 / (4πε₀) sebagai ganti k: lembar ini mencantumkan keduanya, karena nilainya sama. A level menulis persamaan lensa tipis sebagai 1 / f = 1 / u + 1 / v, dengan u dan v jarak benda dan jarak bayangan; lembar ini memakai d_o dan d_i supaya v tetap bisa berarti kecepatan.
Kalkulator panjang gelombang menghitung persamaan gelombang dan energi foton untuk nilai apa pun yang kamu kosongkan, dan kalkulator fisika lainnya menampilkan setiap langkahnya. Untuk gerak, gaya, dan energi, lembar rumus mekanika adalah separuh lainnya dari pelajaran ini.
V = IR: tegangan pada sebuah hambatan sama dengan kuat arus yang melaluinya dikali besar hambatannya. Baterai 6 V pada hambatan 3 Ω mengalirkan arus 2 A. Hukum ini berlaku untuk hambatan pada suhu tetap; lampu pijar dan dioda tidak mengikutinya.
Jumlahkan kebalikannya: 1/R_T = 1/R₁ + 1/R₂. Untuk dua hambatan, hasilnya R_T = R₁R₂ / (R₁ + R₂), jadi 6 Ω dan 3 Ω yang dipasang paralel menjadi 2 Ω. Totalnya selalu lebih kecil dari hambatan terkecil, karena setiap cabang menambah satu jalur lagi bagi arus.
GGL ε adalah energi yang diberikan baterai kepada setiap coulomb muatan. Saat baterai mengalirkan arus, tegangan di kutub-kutubnya lebih kecil dari itu, karena sebagian energinya terpakai di dalam baterai: V = ε − Ir, dengan r hambatan dalamnya.
Cepat rambat gelombang adalah frekuensi dikali panjang gelombangnya, v = fλ. Untuk cahaya di ruang hampa, cepat rambatnya c, jadi cahaya hijau dengan panjang gelombang 500 nm punya frekuensi 3,00 × 10⁸ / 5,00 × 10⁻⁷ = 6,0 × 10¹⁴ Hz. Pada cepat rambat yang sama, frekuensi yang lebih tinggi selalu berarti panjang gelombang yang lebih pendek.
Lembar ini mencakup rumus-rumus utama listrik, kemagnetan, gelombang, dan optika dari AP Physics 2, bukan termodinamika atau fisika modernnya. Saat ujian, College Board memberikan lembar persamaannya sendiri, jadi berlatihlah dengan lembar itu dan pakai lembar ini sebagai pelengkap gratis.
Ingin mencobanya dengan angkamu sendiri?
Kalkulator hukum Ohm Buka kalkulator