Menu

Rumus Standar Deviasi Excel: STDEV.S vs STDEV.P

=STDEV.S(B2:B9) memberi standar deviasi sebuah sampel dan =STDEV.P(B2:B9) standar deviasi seluruh populasi. Pakai STDEV.S kecuali datamu berisi semua nilai yang ada. VAR.S dan VAR.P memberi variansnya.

Setiap lembar kerja di halaman ini interaktif: ubah angka atau rumus, dan hasilnya langsung dihitung ulang.

=STDEV.S(B2:B9) mengembalikan standar deviasi nilai-nilai di B2:B9 yang dianggap sebagai sampel, dan =STDEV.P(B2:B9) menganggapnya sebagai seluruh populasi. Standar deviasi menunjukkan seberapa jauh nilai-nilai biasanya berada dari rata-ratanya: standar deviasi yang kecil berarti nilai-nilainya berdekatan.

Standar deviasi nilai tes
E2
ABCDE
1StudentScoreMeasureResult
2Ana72STDEV.S12.82853961
3Ben84STDEV.P12
4Cleo84Average90
5Dan84
6Eve90
7Finn90
8Gia102
9Hal114
Klik sel untuk melihat rumusnya. Ubah angka atau rumus, dan lembar kerja langsung menghitung ulang.

Rata-rata nilainya 90. STDEV.P memberi tepat 12 dan STDEV.S memberi sekitar 12.83. Ubah nilai Hal menjadi 90, maka keduanya turun tajam: satu nilai yang jauh dari yang lain sangat menggeser standar deviasi.

STDEV.S vs STDEV.P: mana yang dipakai

Keduanya berbeda di satu langkah. STDEV.P membagi jumlah kuadrat selisih dengan banyaknya nilai, n. STDEV.S membaginya dengan n dikurangi 1, sehingga hasilnya sedikit lebih besar. Alasannya: sebaran sebuah sampel diukur dari rata-rata sampel itu sendiri, yang letaknya lebih dekat ke nilai-nilainya dibandingkan rata-rata sebenarnya, jadi membagi dengan n akan membuat sebaran seluruh kelompok terlihat lebih kecil dari seharusnya.

  • STDEV.P (populasi): rentangnya berisi setiap nilai yang ingin kamu gambarkan. Nilai kedelapan siswa di kelas ini, kalau pertanyaannya memang tentang kelas ini.
  • STDEV.S (sampel): rentangnya adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar. 8 siswa yang dipilih dari sekolah berisi 600 siswa, dipakai untuk memperkirakan sebaran seluruh sekolah.

Kalau ragu, pakai STDEV.S. Sebagian besar data di spreadsheet adalah sampel, dan alat statistik (uji t, selang kepercayaan) mengharapkan versi sampel. Dengan ratusan nilai, kedua hasilnya hampir sama; dengan 8 nilai, selisihnya sekitar 7%.

Fungsi lama STDEV dan STDEVP memberi hasil yang sama dengan STDEV.S dan STDEV.P dan masih berfungsi di semua versi Excel. STDEVA dan STDEVPA juga menghitung teks sebagai 0 dan TRUE sebagai 1, dan itu jarang yang kamu inginkan.

Cara Excel menghitungnya, langkah demi langkah

Sheet ini mengerjakan secara manual apa yang dilakukan STDEV.S dalam satu panggilan: kurangi setiap nilai dengan rata-ratanya, kuadratkan selisihnya, jumlahkan, bagi dengan n dikurangi 1, lalu ambil akar kuadratnya.

Standar deviasi secara manual
F5
ABCDEF
1ValueDifferenceSquaredResult
24-24Sum of squares34
3824n6
4600Variance (sample)6.8
55-11Std dev (sample)2.607680962
63-39STDEV.S2.607680962
710416
Klik sel untuk melihat rumusnya. Ubah angka atau rumus, dan lembar kerja langsung menghitung ulang.

Jumlah kuadratnya 34, varians sampelnya 6.8, dan akar kuadratnya (sekitar 2.61) sama dengan STDEV.S di F6. Ubah F4 menjadi =F2/F3, maka kamu mendapat varians populasi; akar kuadratnya adalah hasil STDEV.P.

Varians: VAR.S dan VAR.P

Varians adalah standar deviasi sebelum diakarkan: =VAR.S(A2:A7) memberi 6.8 untuk data di atas, dan =VAR.P(A2:A7) membagi dengan n, bukan n dikurangi 1. Varians memakai satuan kuadrat (poin kuadrat, dolar kuadrat), jadi untuk laporan, standar deviasi lebih mudah dibaca. VAR dan VARP adalah nama lamanya.

Rata-rata plus minus satu standar deviasi

Cara umum melaporkan sebaran adalah "rata-rata ± SD", misalnya 90 ± 12.8. Kedua ujung rentang itu adalah rumus sederhana, dan aturan conditional formatting bisa menandai nilai-nilai di luarnya.

Nilai yang berjarak lebih dari satu SD dari rata-rata
E3
ABCDE
1StudentScoreMeasureValue
2Ana72Mean90.0
3Ben84SD12.8
4Cleo84Low77.2
5Dan84High102.8
6Eve90
7Finn90
8Gia102
9Hal114
Klik sel untuk melihat rumusnya. Ubah angka atau rumus, dan lembar kerja langsung menghitung ulang.

Aturannya menandai Ana dan Hal, dua nilai di luar rentang sekitar 77.2 sampai 102.8. Pada data yang berdistribusi normal, sekitar dua pertiga nilai berada dalam satu standar deviasi dari rata-ratanya, dan sekitar 95% dalam dua standar deviasi. Untuk memformat teks di sebuah sel menjadi "90.0 ± 12.8", pakai =TEXT(E2,"0.0")&" ± "&TEXT(E3,"0.0").

Standar deviasi dengan kriteria

Tidak ada fungsi STDEVIF. Taruh IF di dalam STDEV.S: IF mengembalikan nilai ketika wilayahnya cocok dan FALSE untuk selain itu, lalu STDEV.S melewati nilai FALSE.

Standar deviasi untuk satu wilayah
E2
ABCDE
1RegionSalesRegionSTDEV.S
2North120North25.61737691
3South95South3.872983346
4North150
5South101
6North90
7South98
8North135
9South104
Klik sel untuk melihat rumusnya. Ubah angka atau rumus, dan lembar kerja langsung menghitung ulang.

Penjualan North jauh lebih bervariasi daripada South. Di Excel 365 dan 2021, rumus ini langsung berfungsi seperti yang diketik. Di Excel 2019 dan versi sebelumnya, akhiri dengan Ctrl+Shift+Enter (Cmd+Shift+Enter di Mac), kalau tidak hasilnya salah atau #VALUE!. Dengan Excel 365, kamu juga bisa menulis =STDEV.S(FILTER(B2:B9,A2:A9=D2)).

Coba sendiri: sebaran waktu pengiriman

Waktu pengiriman dalam hari
E2
ABCDE
1OrderDaysStd dev
2A13
3A25
4A34
5A49
6A53
7A64
8A76
Klik sel untuk melihat rumusnya. Ubah angka atau rumus, dan lembar kerja langsung menghitung ulang.

Giliranmu: Pesanan di B2:B8 adalah sampel dari semua pesanan. Di E2, hitung standar deviasinya.

Petunjuk: sampel berarti fungsi yang berakhiran .S.

Kesalahan umum: baris total ikut masuk rentang

Rentang seperti B2:B10 yang juga mencakup total atau rata-rata di bagian bawah kolom akan menganggap ringkasan itu sebagai satu titik data lagi, dan standar deviasinya jadi terlalu besar. Pilih baris datanya saja, atau simpan ringkasan di kolom lain, seperti di sheet-sheet halaman ini. Sel kosong dan teks di rentang diabaikan, tapi angka 0 adalah nilai dan ikut dihitung: nilai yang belum ada tapi diketik sebagai 0 memperlebar sebarannya sama seperti angka 0 yang sebenarnya. Untuk memeriksa berapa banyak nilai yang dipakai, taruh =COUNT(B2:B9) di sebelah hasilnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa rumus standar deviasi di Excel?

=STDEV.S(B2:B9) untuk sampel dan =STDEV.P(B2:B9) untuk seluruh populasi. Keduanya mengabaikan teks dan sel kosong di rentangnya.

Sebaiknya pakai STDEV.S atau STDEV.P?

Pakai STDEV.P hanya kalau rentangnya berisi setiap anggota kelompok yang kamu gambarkan, misalnya kedelapan orang dalam sebuah tim. Kalau datanya adalah sampel yang dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang lebih besar (sebagian pelanggan, sebagian uji coba), pakai STDEV.S. Dengan banyak nilai, hasil keduanya berdekatan; dengan sedikit nilai, STDEV.S terlihat lebih besar.

Apa perbedaan STDEV dan STDEV.S?

Hasilnya tidak berbeda. STDEV dan STDEVP adalah nama sebelum 2010, yang dipertahankan demi kompatibilitas; STDEV.S dan STDEV.P adalah nama yang berlaku sekarang. Google Sheets menerima kedua set nama itu.

Bagaimana cara menghitung varians di Excel?

Pakai =VAR.S(B2:B9) untuk sampel dan =VAR.P(B2:B9) untuk populasi. Varians adalah standar deviasi yang dikuadratkan, jadi =STDEV.S(B2:B9)^2 memberi angka yang sama dengan VAR.S.

Bagaimana cara menghitung standard error di Excel?

Excel tidak punya fungsi untuk standard error rata-rata. Bagi standar deviasi sampel dengan akar kuadrat jumlah datanya: =STDEV.S(B2:B9)/SQRT(COUNT(B2:B9)).

Ilustrasi bahasa pemrograman di Coddy

Belajar coding dengan Coddy

Mulai