Kursus matematika Coddy mengajarkan metodenya: kamu mengerjakan setiap langkah di papan interaktif dan diberi tahu persis di mana sebuah langkah keliru.
Mean (rata-rata) menjumlahkan semuanya lalu membaginya rata. Median mengabaikan besarnya nilai dan memilih nilai yang ada di tengah urutan. Modus sama sekali mengabaikan posisi dan memilih nilai yang paling sering muncul. Ketiganya benar-benar pertanyaan yang berbeda, dan pada data yang timpang ketiganya memberi jawaban yang benar-benar berbeda, dan justru saat itulah memahami perbedaannya penting.
Itulah sebabnya satu harga rumah mewah di jalan yang penuh apartemen menggeser mean tapi tidak mengubah median: mean merasakan besarnya setiap nilai, sedangkan median hanya menghitung posisi. Tanyakan "rata-rata" jenis apa yang diberikan setiap kali satu angka disebut tentang pendapatan, harga, atau waktu tunggu: pilihan itu sangat menentukan.
Halaman ini melaporkan ketiganya, plus jangkauan, kuartil, dan jangkauan antarkuartil, dan menunjukkan cara masing-masing ditemukan dari data yang sudah diurutkan. Mean-nya tetap tepat: mean dari 1, 2, dan 4 di sini adalah 7/3, bukan 2.33, karena 2.33 adalah bilangan yang berbeda dan membulatkan adalah keputusan yang sebaiknya diambil pembaca sendiri.
Yang perlu diperhatikan
Urutkan datanya dulu. Median, kuartil, dan jangkauan semuanya langsung terbaca dari urutan, dan tidak ada yang bisa dipercaya sebelum datanya diurutkan.
Banyak data genap tidak punya satu nilai tengah, jadi median adalah rata-rata dua nilai tengahnya, dan bisa jadi bukan nilai yang ada di data sama sekali.
Sebuah data bisa punya beberapa modus, atau tidak punya sama sekali. Dua nilai yang sama-sama paling sering muncul berarti ada dua modus; kalau semua nilai muncul sekali, tidak ada modus, dan itu jawaban, bukan kegagalan.
Mean adalah satu-satunya dari ketiganya yang bisa ditarik oleh setiap nilai. Satu nilai ekstrem menyeretnya, sementara median tetap di tempatnya.
Jangkauan hanya memakai dua bilangan, yang terbesar dan yang terkecil, jadi ia tidak mengatakan apa pun tentang yang terjadi di antara keduanya.
Jangkauan antarkuartil adalah jangkauan dari setengah data di bagian tengah. Ukuran ini sengaja mengabaikan ujung-ujungnya, dan itulah yang membuatnya ukuran sebaran yang lebih kokoh.
Cara mencari ketiganya secara manual
1
Tulis nilainya secara berurutan
Dari yang terkecil sampai yang terbesar. Ini hanya butuh semenit dan membuat tiga jawabannya bisa langsung terbaca.
2
Mean: jumlahkan lalu bagi
Jumlahkan setiap nilai, lalu bagi dengan banyaknya data. Biarkan dalam bentuk pecahan kalau hasilnya tidak bulat: 7/3 tepat, 2.33 tidak.
3
Median: cari posisi tengahnya
Kalau banyak datanya ganjil, median adalah satu nilai di tengah. Kalau genap, ambil dua nilai tengahnya lalu rata-ratakan.
4
Modus: hitung yang berulang
Nilai yang paling sering muncul. Catat turus sambil menelusuri data terurut; nilai yang seri itu nyata dan keduanya dihitung.
5
Jangkauan dan kuartil
Nilai terbesar dikurangi nilai terkecil adalah jangkauannya. Bagi data terurut di median (tanpa mengikutkan median kalau banyak datanya ganjil), lalu ambil median dari setiap bagian: itulah Q1 dan Q3, dan Q3 − Q1 adalah jangkauan antarkuartil.
Ketiga ukuran pemusatan pada data yang sama
Perhatikan baris-baris yang hasilnya berbeda: pada data yang miring, pilihan ukuran pemusatan itulah yang mengubah ceritanya.
Nilai
Mean
Median
Modus
Jangkauan
2, 4, 4, 4, 5, 5, 7, 9
5
4.5
4
7
1, 2, 3, 4
2.5
2.5
tidak ada
3
12, 15, 11, 15, 20
14.6
15
15
9
1, 2, 4
7/3
2
tidak ada
3
1, 1, 2, 2, 3
1.8
2
1 dan 2
2
10, 10, 10, 100
32.5
10
10
90
3, 3, 3
3
3
3
0
5, 6, 7, 8, 9
7
7
tidak ada
4
Contoh pengerjaan
Ketiganya sekaligus: 2, 4, 4, 4, 5, 5, 7, 9
plain
2, 4, 4, 4, 5, 5, 7, 9
Jumlahnya 40 dari 8 nilai, jadi mean-nya 5. Karena banyak datanya genap, median adalah rata-rata nilai ke-4 dan ke-5, yaitu 4 dan 5, hasilnya 4.5. Modusnya 4, yang muncul tiga kali. Tiga bilangan berbeda, semuanya jawaban yang benar untuk pertanyaan yang berbeda.
Saat tidak ada modus: 1, 2, 3, 4
plain
1, 2, 3, 4
Setiap nilai muncul tepat sekali, jadi tidak ada modus sama sekali: bukan nol, dan bukan nilai pertama. Mean dan median-nya sama-sama 2.5, yang selalu terjadi kalau datanya tersebar merata. Median di sini bukan anggota data, dan itu wajar untuk banyak data genap.
Dua modus: 1, 1, 2, 2, 3
plain
1, 1, 2, 2, 3
1 dan 2 sama-sama muncul dua kali, jadi data ini bimodal dan keduanya adalah modus. Memilih satu dan membuang yang lain adalah kesalahan; jawaban yang jujur adalah keduanya. Mean-nya 1.8 dan median-nya 2.
Pengaruh pencilan: 10, 10, 10, 100
plain
10, 10, 10, 100
Median-nya 10 dan modusnya 10, tapi mean-nya 32.5, lebih dari tiga kali nilai yang ditunjukkan sebagian besar data. Sifat inilah yang membuat median menjadi pilihan jujur untuk harga rumah dan gaji, sementara mean justru menyesatkan.
Mean yang tepat: 1, 2, 4
plain
1, 2, 4
Jumlahnya 7 dari 3 nilai, jadi mean-nya 7/3, dan 7/3 itulah yang dilaporkan halaman ini. Menulis 2.33 membuang sepertiga dalam pembulatan, dan itu berpengaruh begitu angkanya dipakai untuk hal lain, misalnya simpangan baku.
Kesalahan umum
Membaca median dari data yang belum diurutkan. Tengah urutan bukan tengah dari yang kamu ketik; selalu urutkan dulu.
Mengambil posisi tengah pada banyak data genap. Dengan 8 nilai, tidak ada nilai di posisi 4.5: rata-ratakan nilai ke-4 dan ke-5.
Menyebut "tidak ada modus" sebagai modus nol. Kalau setiap nilai muncul sekali, data itu tidak punya modus, dan itulah jawaban yang harus ditulis.
Melaporkan satu modus padahal ada dua yang seri. Dua nilai dengan frekuensi tertinggi yang sama berarti ada dua modus; data bisa bimodal atau multimodal.
Membulatkan mean sebelum memakainya. 7/3 menjadi 2.33 dan setiap perhitungan berikutnya mewarisi kesalahannya: pertahankan pecahannya.
Mengira "rata-rata" selalu berarti mean. Di berita dan laporan, istilah itu sering berarti median, dan keduanya paling berbeda justru pada data miring yang dibahas laporan-laporan itu.
Pertanyaan umum tentang mean, median, dan modus
Apa bedanya mean, median, dan modus?
Mean adalah jumlah semua nilai dibagi banyaknya data. Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan. Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Ketiganya menjawab tiga pertanyaan berbeda tentang titik tengah, dan pada data yang miring ketiganya memberi tiga bilangan yang berbeda.
Bagaimana cara mencari median dari banyak data genap?
Ambil dua nilai tengahnya lalu rata-ratakan. Untuk 1, 2, 3, 4, dua nilai tengahnya 2 dan 3, jadi median-nya 2.5, bilangan yang tidak harus ada di data sama sekali. Mengurutkan data lebih dulu itulah yang membuat kata "tengah" punya arti.
Bisakah sebuah data punya lebih dari satu modus?
Bisa. Kalau dua nilai atau lebih seri dengan frekuensi tertinggi, semuanya adalah modus, dan datanya disebut bimodal atau multimodal. Halaman ini melaporkan setiap nilai yang seri, bukan memilih salah satunya, karena memilih satu saja akan salah.
Bagaimana kalau tidak ada modus?
Kalau setiap nilai muncul tepat sekali, data itu tidak punya modus. Itu jawaban yang sah: bukan nol, dan bukan nilai pertama atau terbesar. Sebagian buku pelajaran menyebut modus "tidak ada" untuk data seperti itu, dan artinya sama.
Ukuran pemusatan mana yang sebaiknya kupakai?
Median kalau datanya punya nilai ekstrem atau ekor yang panjang: pendapatan, harga rumah, waktu tunggu. Mean kalau nilainya kurang lebih simetris dan setiap nilai perlu dihitung. Modus kalau datanya berupa kategori, bukan besaran, atau kalau kamu memang ingin kasus yang paling umum.
Bagaimana kuartil dihitung di sini?
Dengan cara yang diajarkan di sekolah: urutkan data, bagi di median (tanpa mengikutkan median itu sendiri kalau banyak datanya ganjil), lalu ambil median dari setiap bagian. Ada aturan lain yang memberi jawaban sedikit berbeda untuk sampel kecil, jadi jawaban buku pelajaran bisa berbeda: halaman ini menyebutkan cara yang dipakainya.
Untuk apa jangkauan antarkuartil?
Jangkauan antarkuartil adalah jangkauan dari setengah data di bagian tengah, Q3 − Q1, dan sengaja mengabaikan nilai-nilai ekstrem. Karena itu ukuran ini jauh lebih kokoh untuk mengukur sebaran daripada jangkauan biasa, yang sepenuhnya ditentukan oleh dua nilai paling tidak biasa di data.
Kenapa mean ditampilkan sebagai pecahan?
Karena nilainya tepat. Mean dari 1, 2, dan 4 adalah 7/3; menulis 2.33 langsung kehilangan sepertiga perseratus, dan lebih banyak lagi kalau angkanya dipakai lagi. Desimalnya juga ditampilkan kalau berhenti, tapi nilai tepatnya itulah jawabannya.