Yang klasik: sisi siku-siku 3 dan 4
a = 3, b = 43² + 4² = 9 + 16 = 25, dan √25 = 5 tepat. Inilah segitiga 3-4-5, segitiga terkecil dengan tiga sisi bulat, dan layak dikenali sekali lihat, begitu juga kelipatannya 6-8-10 dan 9-12-15.
Dua sisi pada segitiga yang digambar menghasilkan sisi ketiga secara eksak, termasuk bentuk akar.
Terakhir diperbarui
Kursus matematika Coddy mengajarkan metodenya: kamu mengerjakan setiap langkah di papan interaktif dan diberi tahu persis di mana sebuah langkah keliru.
Pada segitiga siku-siku, dan hanya pada segitiga siku-siku, a² + b² = c², dengan c adalah sisi miring: sisi di depan sudut siku-siku dan selalu yang terpanjang dari ketiganya. Pernyataan ini sebenarnya tentang LUAS: buat persegi pada masing-masing dari dua sisi yang lebih pendek, dan jumlah luasnya tepat sama dengan luas persegi pada sisi yang terpanjang. Itulah sebabnya semuanya dikuadratkan dan jawabannya butuh akar kuadrat di akhir.
Arah hitungannya tergantung sisi mana yang hilang, dan di situlah sebagian besar kesalahan terjadi. Saat mencari sisi miring, kamu MENJUMLAHKAN kedua kuadrat. Saat mencari sisi siku-siku, kamu MENGURANGKAN: a² = c² − b², karena kuadrat sisi miring adalah totalnya dan kuadrat sisi yang diketahui adalah bagian darinya. Menjumlahkan padahal seharusnya mengurangkan memberi jawaban yang lebih besar dari sisi miring, dan itu mustahil: pengecekan yang berguna.
Jawaban di sini tepat. Sisi miring segitiga dengan sisi siku-siku 2 dan 3 adalah √13, dan √13 itulah yang dilaporkan halaman ini, dengan 3.6056 di sampingnya, diberi label sebagai pembulatan. √20 disederhanakan menjadi 2√5, tidak dibiarkan begitu saja, dan segitiga yang ketiga sisinya bulat ditandai sebagai tripel Pythagoras.
Sisi miring adalah sisi di depan sudut siku-siku, dan yang terpanjang dari ketiganya. Salah menentukannya membuat setiap langkah sesudahnya salah, jadi beri label sebelum menghitung apa pun.
Sisi miring yang hilang: jumlahkan kuadrat kedua sisi siku-siku. Sisi siku-siku yang hilang: kurangkan kuadrat sisi siku-siku yang diketahui dari kuadrat sisi miring.
Kuadratkan dulu, baru jumlahkan atau kurangkan. Mengkuadratkan setelah menjumlahkan, yaitu (a + b)², adalah bilangan lain yang jauh lebih besar.
Itu membatalkan pengkuadratan dan memberi panjang sisinya. Kalau hasilnya tidak bulat, sederhanakan bentuk akarnya daripada langsung memakai desimal: √20 adalah 2√5.
Sisi miring harus lebih panjang dari kedua sisi siku-siku dan lebih pendek dari jumlah keduanya. Kalau jawabanmu melanggar salah satu aturan itu, penjumlahan dan pengurangannya tertukar.
Tripel yang layak dihafal, dan apa yang terjadi kalau jawabannya tidak bulat. Kolom tepat adalah jawabannya; desimalnya hanya pembulatan.
| a | b | c | Tepat | Desimal |
|---|---|---|---|---|
| 3 | 4 | 5 | 5 | 5 |
| 6 | 8 | 10 | 10 | 10 |
| 5 | 12 | 13 | 13 | 13 |
| 8 | 15 | 17 | 17 | 17 |
| 7 | 24 | 25 | 25 | 25 |
| 1 | 1 | √2 | √2 | 1.4142 |
| 2 | 3 | √13 | √13 | 3.6056 |
| 2 | 4 | 2√5 | 2√5 | 4.4721 |
a = 3, b = 43² + 4² = 9 + 16 = 25, dan √25 = 5 tepat. Inilah segitiga 3-4-5, segitiga terkecil dengan tiga sisi bulat, dan layak dikenali sekali lihat, begitu juga kelipatannya 6-8-10 dan 9-12-15.
a = 2, b = 34 + 9 = 13, jadi sisi miringnya √13. Itulah jawabannya: 3.6056 hanya pembulatannya, dan mengkuadratkan 3.6056 memberi 12.9999…, bukan 13. Sebagian besar segitiga siku-siku seperti ini; kasus bilangan bulat adalah pengecualian.
a = 2, b = 44 + 16 = 20, dan √20 tidak dibiarkan begitu saja: 20 = 4 · 5, dan 4 keluar dari akar sebagai 2, hasilnya 2√5. Bilangannya sama, dan bentuk inilah yang diharapkan setiap kunci jawaban.
b = 4, c = 5Susun ulang dulu: a² = c² − b² = 25 − 16 = 9, jadi a = 3. Kalau dijumlahkan, hasilnya √41 ≈ 6.4, yang lebih panjang dari sisi miring: mustahil, dan itulah pengecekan yang langsung menangkap kesalahan ini.
a = 3/2, b = 29/4 + 4 = 25/4, dan akar kuadrat dari 25/4 tepat 5/2. Pecahan tetap pecahan dari awal sampai akhir, karena itulah jawabannya 5/2, bukan 2.5, meskipun keduanya bilangan yang sama di sini.
Pada segitiga siku-siku, a² + b² = c², dengan a dan b adalah dua sisi yang lebih pendek (sisi siku-siku) dan c adalah sisi miring di depan sudut siku-siku. Dibaca sebagai luas: persegi yang dibuat pada kedua sisi siku-siku punya jumlah luas yang tepat sama dengan persegi yang dibuat pada sisi miring.
Kuadratkan kedua sisi siku-siku, jumlahkan, lalu ambil akar kuadratnya: c = √(a² + b²). Untuk sisi siku-siku 3 dan 4, hasilnya √25 = 5. Kalau akarnya tidak bulat, biarkan sebagai bentuk akar yang sudah disederhanakan: √20 menjadi 2√5.
Kurangkan, jangan jumlahkan: a² = c² − b², jadi a = √(c² − b²). Dengan sisi miring 5 dan sisi siku-siku 4, hasilnya √(25 − 16) = 3. Inilah kasus yang paling sering salah, dan pengecekannya adalah bahwa sisi siku-siku harus selalu lebih pendek dari sisi miring.
Tiga bilangan bulat yang memenuhi teorema ini: 3-4-5, 5-12-13, 8-15-17, 7-24-25. Setiap kelipatan sebuah tripel juga tripel, jadi 6-8-10 dan 9-12-15 otomatis ikut bersama 3-4-5. Sebagian besar segitiga siku-siku BUKAN tripel, karena itulah jawaban irasional adalah hal yang biasa.
Tidak, hanya untuk segitiga siku-siku. Untuk segitiga lain, pernyataan umumnya adalah aturan kosinus, c² = a² + b² − 2ab·cos(C), yang menjadi teorema Pythagoras tepat saat C sama dengan 90° dan kosinusnya nol.
Karena bentuk akar adalah jawaban tepatnya dan desimal hanya pembulatannya. √13 dikuadratkan tepat 13; 3.61 dikuadratkan menjadi 13.0321. Dalam soal bertahap, selisih itu bertumpuk, dan sebagian besar kunci jawaban memang meminta bentuk tepatnya.
Uji teoremanya pada ketiga sisi yang kamu punya: kalau a² + b² tepat sama dengan c², dengan c sisi terpanjang, segitiga itu punya sudut siku-siku. Kalau ruas kiri lebih besar, sudutnya lancip, dan kalau lebih kecil, sudutnya tumpul: inilah kebalikan teoremanya dan pengecekan yang benar-benar berguna.
Bisa, dan keduanya tetap tepat. Sisi siku-siku 3/2 dan 2 memberi sisi miring tepat 5/2, dan input desimal dibaca sebagai pecahan tepat yang dinyatakannya, bukan sebagai hampiran floating point.