Kasus sederhana: 2⁵
2^5Lima angka dua dikalikan: 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 32. Inilah satu-satunya kasus ketika eksponen benar-benar menghitung faktor, dan layak ditulis sekali agar kasus-kasus di bawah bisa dilihat sebagai penyimpangan darinya.
Perpangkatan dengan nama aturannya, termasuk pangkat negatif dan pangkat pecahan.
Terakhir diperbarui
Kursus matematika Coddy mengajarkan metodenya: kamu mengerjakan setiap langkah di papan interaktif dan diberi tahu persis di mana sebuah langkah keliru.
Untuk eksponen bulat, tidak ada yang perlu dijelaskan: 2⁵ berarti lima angka dua dikalikan, yaitu 32. Kasus yang menarik adalah saat eksponennya tidak lagi menghitung faktor, dan ada tiga: nol, negatif, dan pecahan. Masing-masing punya satu aturan di baliknya, dan setiap aturan berasal dari fakta yang sama: mengalikan pangkat dengan basis yang sama berarti menjumlahkan eksponennya.
Nol: 2³ ÷ 2³ adalah 1, dan mengurangkan eksponennya menghasilkan 2⁰, jadi 2⁰ pasti 1, untuk setiap basis kecuali 0 itu sendiri. Negatif: 2³ ÷ 2⁵ adalah 1/4, dan mengurangkan eksponennya menghasilkan 2⁻², jadi eksponen negatif adalah KEBALIKAN dan tidak pernah menghasilkan jawaban negatif. Pecahan: 2^(1/2) dikali 2^(1/2) adalah 2¹, jadi 2^(1/2) adalah bilangan yang kalau dikuadratkan menjadi 2, yaitu akar kuadratnya.
Semua yang ada di sini eksak. 2⁻³ adalah 1/8, bukan 0,125, (2/3)³ adalah 8/27, 9^(1/2) tepat 3, dan 8^(1/2) tetap 2√2, bukan menyusut menjadi 2,828. Desimal ditawarkan di samping jawaban eksak setiap kali ada, dan diberi label pendekatan setiap kali memang pendekatan.
Kalau negatif, tulis kebalikannya dan buat eksponennya positif: 2⁻³ menjadi 1/2³. Melakukan ini lebih dulu mencegah kesalahan klasik menjawab −8.
Eksponen pecahan adalah akar. Penyebut pecahan memilih akarnya dan pembilangnya adalah pangkatnya: x^(m/n) adalah akar pangkat n dari x^m.
Pangkatkan pembilang dan penyebut secara terpisah. (2/3)³ adalah 2³ per 3³, yaitu 8/27.
Eksponen bulat sekarang hanya perkalian berulang. Perhatikan tandanya: jumlah faktor negatif yang ganjil menyisakan jawaban negatif.
Balik hasil yang baru kamu hitung. 1/2³ adalah 1/8. Cek bahwa jawabannya lebih kecil dari 1, yang selalu terjadi untuk eksponen negatif pada basis lebih dari 1.
Empat kasus yang bukan sekadar perkalian berulang, di samping kasus-kasus yang memang perkalian berulang.
| Pangkat | Aturan | Jawaban eksak | Dalam desimal |
|---|---|---|---|
| 2⁵ | perkalian berulang | 32 | 32 |
| 2⁰ | apa pun kecuali 0 dipangkatkan 0 hasilnya 1 | 1 | 1 |
| 2⁻³ | eksponen negatif adalah kebalikan | 1/8 | 0,125 |
| (2/3)³ | pangkatkan pembilang dan penyebut | 8/27 | 0,296… |
| 9^(1/2) | eksponen pecahan adalah akar | 3 | 3 |
| 8^(1/2) | akar disederhanakan, bukan dibulatkan | 2√2 | 2,828… |
| (−2)⁴ | eksponen genap, tanda minus berpasangan | 16 | 16 |
| (−2)³ | eksponen ganjil, satu minus tersisa | −8 | −8 |
2^5Lima angka dua dikalikan: 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 32. Inilah satu-satunya kasus ketika eksponen benar-benar menghitung faktor, dan layak ditulis sekali agar kasus-kasus di bawah bisa dilihat sebagai penyimpangan darinya.
2^-3Bukan −8. Eksponen negatif berarti kebalikan: 2⁻³ adalah 1/2³ = 1/8. Alasannya pembagian: 2² ÷ 2⁵ adalah 1/8, dan mengurangkan eksponennya menghasilkan 2⁻³, jadi keduanya pasti sama. Jawabannya positif, dan lebih kecil dari 1.
(2/3)^3Kedua bagiannya dipangkatkan tiga: 2³ per 3³, yaitu 8/27. Memangkatkan pembilangnya saja, kekeliruan yang sangat umum, akan menghasilkan 8/3, lebih dari 8 kali terlalu besar. Dalam desimal nilainya 0,296… dan tidak pernah berhenti, jadi pecahan itulah jawaban yang jujur.
9^1/2Pangkat 1/2 adalah akar kuadrat, jadi ini √9 = 3 tepat. Alasannya: 9^(1/2) dikali 9^(1/2) menjumlahkan eksponennya menjadi 9¹, jadi 9^(1/2) pasti bilangan yang kalau dikuadratkan menjadi 9.
8^1/2√8 irasional, jadi jawabannya tetap bentuk akar, disederhanakan menjadi 2√2 dengan mengeluarkan faktor kuadrat 4. Desimal 2,828… ada di sampingnya sebagai pendekatan, tidak pernah menggantikannya.
(-2)^4Empat faktor negatif berpasangan menjadi dua hasil kali positif, jadi (−2)⁴ = 16. Tiga faktor menyisakan satu tanda minus tanpa pasangan, jadi (−2)³ = −8. Eksponennya saja yang menentukan tanda, dan perhatikan bahwa −2⁴ tanpa kurung berarti −(2⁴) = −16, yang merupakan pertanyaan berbeda.
Kebalikan. x⁻ⁿ adalah 1/xⁿ, jadi 2⁻³ adalah 1/8, bilangan positif yang lebih kecil dari 1. Ini berasal dari pembagian pangkat: 2² ÷ 2⁵ adalah 1/8 dan mengurangkan eksponennya menghasilkan 2⁻³, jadi keduanya pasti hal yang sama.
Karena membagi sebuah pangkat dengan dirinya sendiri menghasilkan 1, dan mengurangkan eksponennya menghasilkan nol: 2³ ÷ 2³ = 1 dan juga = 2⁰. Satu-satunya pengecualian adalah 0⁰, yang tidak punya nilai yang disepakati: pola yang memaksa hasil 1 butuh basis yang boleh dipakai untuk membagi.
Akar. Penyebutnya menentukan akar ke berapa dan pembilangnya adalah pangkat: x^(1/2) adalah akar kuadrat, x^(1/3) akar pangkat tiga, dan x^(2/3) adalah akar pangkat tiga dari x kuadrat. Ini berasal dari perkalian pangkat: x^(1/2) dikali x^(1/2) adalah x¹.
Pangkatkan pembilang dan penyebut secara terpisah: (2/3)³ = 2³/3³ = 8/27. Memangkatkan bagian atasnya saja adalah kesalahan paling umum di sini, dan hasilnya meleset sebesar penyebut dipangkatkan pangkat itu.
Tidak, dan ini layak dihafal. (−2)⁴ memangkatkan −2 dengan empat dan menghasilkan +16. Tanpa kurung, −2⁴ berarti −(2⁴) = −16, karena perpangkatan dikerjakan sebelum tanda minus diterapkan. Selalu beri kurung pada basis negatif.
Saat eksponennya genap. Setiap pasang faktor negatif dikalikan menjadi positif, jadi jumlah genap tidak menyisakan apa pun yang negatif dan jumlah ganjil menyisakan tepat satu tanda minus. (−3)² adalah 9 dan (−3)³ adalah −27.
Akar kuadrat dari 2, yang irasional, jadi jawaban eksaknya √2 dan 1,414… hanya pendekatannya. Halaman ini menyimpan bentuk akarnya dan menyederhanakannya jika bisa: 8^(1/2) ditulis 2√2, bukan dibiarkan sebagai √8.
Kalkulator ini menghitung eksponen akar kuadrat secara eksak dan pangkat bulat untuk basis apa pun, jadi x^(1/2) dan x^(3) sama-sama bisa. Akar pecahan lainnya seperti x^(1/3) adalah wilayah yang dibahas kursus matematika Coddy dengan langkah-langkah akarnya sendiri, tempat pengerjaannya memang menjadi bahan pelajaran.